5 Istilah Videografi yang Wajib Diketahui

5 Istilah Videografi yang Wajib Diketahui

Posted by Gado Creative on 01 September 2026

Pernah mendengar istilah seperti B-roll, frame rate, shot, angle, atau aspect ratio ketika sedang membahas produksi video?

Bagi orang yang sudah terbiasa di dunia videografi, istilah tersebut mungkin sudah sangat familiar. Namun, bagi pemula atau brand yang baru ingin membuat konten video, istilah-istilah tersebut bisa terdengar cukup membingungkan.

Padahal, memahami istilah dasar videografi akan membantu kamu berkomunikasi lebih mudah dengan videographer, production house, maupun creative agency saat merencanakan sebuah produksi video.

Berikut 5 istilah videografi yang wajib diketahui, terutama jika kamu sedang mempersiapkan produksi video untuk kebutuhan bisnis atau media sosial.

1. Shot

Shot adalah satu rekaman video yang diambil secara kontinu sejak kamera mulai merekam hingga berhenti merekam.

Dalam produksi video, shot digunakan untuk menentukan bagaimana sebuah objek atau adegan ditampilkan kepada penonton.

Beberapa jenis shot yang umum digunakan antara lain:

Wide Shot

Menampilkan objek sekaligus lingkungan di sekitarnya.

Wide shot biasanya digunakan untuk memperkenalkan lokasi atau memberikan gambaran suasana.

Medium Shot

Menampilkan objek dari bagian tertentu, misalnya dari pinggang hingga kepala.

Shot ini sering digunakan ketika seseorang sedang berbicara atau melakukan aktivitas.

Close-Up

Menampilkan objek dari jarak dekat, biasanya untuk menonjolkan wajah, ekspresi, atau detail produk.

Untuk video produk, close-up sangat berguna untuk memperlihatkan detail seperti tekstur, bahan, atau fitur produk.

Kenapa penting?

Pemilihan shot dapat memengaruhi bagaimana audiens merasakan sebuah cerita.

Wide shot bisa memberikan konteks, sedangkan close-up dapat membangun fokus dan emosi.

2. Angle

Jika shot berkaitan dengan seberapa dekat atau luas kamera menampilkan objek, angle berkaitan dengan dari posisi mana kamera melihat objek tersebut.

Beberapa angle yang sering digunakan adalah:

Eye Level

Kamera berada sejajar dengan mata objek.

Angle ini memberikan kesan natural dan objektif.

High Angle

Kamera berada lebih tinggi dan mengarah ke bawah.

Angle ini dapat membuat objek terlihat lebih kecil atau memberikan perspektif tertentu.

Low Angle

Kamera berada lebih rendah dan mengarah ke atas.

Low angle dapat memberikan kesan kuat, dominan, atau powerful.

Bird's Eye View

Kamera mengambil gambar dari posisi yang sangat tinggi, seolah-olah melihat objek dari atas.

Pemilihan angle bukan hanya soal estetika.

Angle dapat membantu membangun persepsi dan emosi dalam sebuah video.

3. B-Roll

Pernah melihat video seseorang sedang berbicara, lalu tiba-tiba muncul footage produk, suasana kantor, aktivitas tim, atau detail lainnya?

Footage tambahan tersebut sering disebut B-roll.

Sementara footage utama yang membawa cerita disebut A-roll.

Contohnya, dalam video company profile:

A-roll: CEO menjelaskan visi perusahaan.

B-roll: footage kantor, aktivitas karyawan, proses produksi, produk, dan kegiatan perusahaan.

B-roll berfungsi untuk:

  1. Membuat video lebih dinamis.
  2. Menghindari visual yang monoton.
  3. Memperkuat storytelling.
  4. Memberikan konteks tambahan.
  5. Menjadi visual pendukung saat editing.

Bahkan dalam produksi video sederhana, jangan meremehkan B-roll.

B-roll yang tepat bisa membuat video terasa jauh lebih hidup.

4. Frame Rate

Frame rate adalah jumlah frame atau gambar yang direkam dalam satu detik video.

Biasanya ditulis menggunakan satuan fps (frames per second).

Beberapa frame rate yang umum digunakan antara lain:

24 fps → sering digunakan untuk memberikan tampilan yang terasa cinematic.

25/30 fps → umum digunakan untuk video digital dan kebutuhan broadcast tertentu.

50/60 fps → dapat memberikan gerakan yang lebih halus dan sering digunakan untuk footage yang nantinya ingin dibuat slow motion.

Semakin tinggi frame rate, semakin banyak frame yang direkam dalam setiap detik.

Namun, bukan berarti frame rate yang lebih tinggi selalu lebih baik.

Pemilihannya harus disesuaikan dengan konsep, jenis footage, dan kebutuhan editing.

5. Aspect Ratio

Aspect ratio adalah perbandingan antara lebar dan tinggi sebuah frame video.

Istilah ini sangat penting, terutama di era berbagai platform digital karena setiap platform memiliki format yang berbeda.

Contohnya:

16:9

Format horizontal yang umum digunakan untuk YouTube, presentasi, website, dan berbagai kebutuhan video lainnya.

9:16

Format vertikal yang banyak digunakan untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

1:1

Format persegi yang pernah sangat populer untuk konten media sosial dan masih bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu.

Kenapa aspect ratio penting?

Karena video yang dibuat dengan format yang salah bisa mengalami cropping, ruang kosong, atau framing yang kurang optimal ketika dipublikasikan.

Itulah mengapa format platform sebaiknya dipikirkan sebelum proses shooting, bukan setelah video selesai.

Bonus: Kenapa Brand Perlu Memahami Istilah Videografi?

Mungkin kamu tidak perlu menjadi seorang videographer untuk memahami semua aspek teknis produksi video.

Namun, memahami istilah dasar dapat membantu ketika berdiskusi dengan tim kreatif.

Misalnya, ketika agency mengatakan:

“Kita akan ambil beberapa close-up untuk product shot dan B-roll untuk kebutuhan cutdown Reels.”

Kamu tidak perlu lagi menerka-nerka apa maksudnya.

Komunikasi menjadi lebih cepat dan risiko miskomunikasi selama produksi juga dapat diminimalkan.

Terlebih jika video yang dibuat melibatkan banyak pihak, seperti creative director, videographer, photographer, editor, talent, dan client.

Videografi Bukan Sekadar Menekan Tombol Record

Memahami istilah dasar videografi memang penting. Tetapi produksi video yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar memahami istilah teknis.

Ada proses yang lebih panjang di balik sebuah video, mulai dari:

Ide → Creative Brief → Storyboard → Pre-production → Shooting → Editing → Color Grading → Final Output

Setiap tahap memiliki peran untuk memastikan video tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan jelas.

Karena itu, ketika brand ingin membuat video, jangan hanya memikirkan kamera apa yang digunakan.

Pikirkan juga:

Apa ceritanya?

Siapa yang akan menonton?

Apa pesan yang ingin disampaikan?

Di platform mana video akan digunakan?

Dan yang paling penting:

Apa tujuan video tersebut bagi brand?

Pada akhirnya, videografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar bergerak.

Videografi adalah tentang bagaimana visual digunakan untuk bercerita, membangun persepsi, dan membuat audiens terhubung dengan sebuah brand.

KONSULTASI GRATIS

Punya ide proyek atau butuh arah kreatif yang lebih terukur?

Tim kami siap membantu membedah tantangan brand Anda, menyusun strategi visual yang tepat, dan mengeksekusinya secara konsisten.

Diskusi awal tanpa komitmen. Respons biasanya dalam 1 hari kerja.