Iklan Marketplace mu Boncos? Cek Lagi Konten Kreatifnya
Posted by Gado Creative on 14 March 2026
Pernah merasa sudah bakar uang jutaan rupiah untuk iklan di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop, tapi penjualannya tetap ngos-ngosan? Dalam dunia digital marketing, fenomena ini sering disebut sebagai "Boncos."
Banyak seller langsung menyalahkan algoritma marketplace atau menurunkan harga produk habis-habisan. Padahal, seringkali masalah utamanya bukan pada budget, melainkan pada konten kreatif yang tidak punya daya pikat.
Berikut adalah panduan mengevaluasi konten kreatif mu agar iklan tidak lagi sekadar "buang garam ke laut."
1. Visual: Stop the Scroll dalam 3 Detik
Di marketplace, audiens bergerak sangat cepat. Jika foto produk atau video iklan Anda terlihat "biasa saja", mereka akan langsung scrolling ke kompetitor.
- Thumbnail adalah Kunci: Gunakan foto produk yang bersih dengan kontras tinggi. Jika diizinkan, tambahkan frame atau teks singkat yang menonjolkan USP (Unique Selling Point), misalnya "Garansi 2 Tahun" atau "Isi Lebih Banyak."
- Kualitas Video: Jangan gunakan video yang buram. Pastikan pencahayaan cukup agar detail produk terlihat jelas.
2. Copywriting: Jangan Cuma Deskripsi, Berikan Solusi
Kesalahan umum seller adalah terlalu fokus pada fitur teknis produk, bukan manfaatnya bagi pembeli.
- Headline yang "Menampar": Daripada menulis "Dijual Tas Pria Kulit", coba gunakan "Tas Kulit Anti-Air: Aman dari Hujan, Tetap Tampil Elegan."
- Trigger Psikologi: Gunakan elemen kelangkaan (scarcity) atau urgensi, seperti "Stok Terbatas" atau "Promo Hanya Hari Ini".
3. Struktur Konten Video (The Winning Formula)
Untuk meningkatkan konversi di platform seperti TikTok Shop atau Shopee Video, pastikan videomu mengikuti alur berikut:
- Hook (Detik 0-3): Menangkap Perhatian Gunakan visual yang unik atau tunjukkan masalah yang relevan dengan audiens. Tujuannya adalah menghentikan jempol audiens agar tidak scrolling melewati videomu.
- Body (Detik 3-10): Penjelasan Solusi Tunjukkan bagaimana produkmu bekerja dan mengapa produk tersebut adalah solusi terbaik bagi masalah audiens. Fokus pada manfaat utama, bukan sekadar fitur.
- Proof (Detik 10-15): Bukti & Kepercayaan Tampilkan testimoni singkat, cuplikan hasil pemakaian (before-after), atau demo produk secara langsung untuk membangun kepercayaan calon pembeli.
- CTA (Akhir Video): Instruksi Jelas Jangan biarkan penonton bingung. Berikan ajakan bertindak yang tegas, seperti "Klik Keranjang Kuning sekarang sebelum promo berakhir!" atau "Cek link di bio!"