Kenali Arti 10 Slang Gen Z yang Viral di Media Sosial
Posted by Gado Creative on 14 August 2026
Kalau kamu sering scrolling TikTok, Instagram, Threads, atau X, pasti nggak asing dengan berbagai istilah slang yang digunakan Gen Z. Mulai dari “spill”, “valid”, sampai “red flag”, istilah-istilah ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari di media sosial.
Bahasa gaul Gen Z memang berkembang dengan cepat. Beberapa istilah bahkan bisa populer hanya dalam hitungan minggu. Buat kamu yang kadang bingung membaca komentar atau caption anak Gen Z, yuk kenali beberapa slang yang sering digunakan!
1. Spill
“Spill” berarti membagikan informasi atau menceritakan sesuatu yang sebelumnya belum diketahui orang lain.
Contoh:
“Spill tempat makannya dong!”
Artinya: “Boleh kasih tahu tempat makannya?”
2. Valid
“Valid” digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang setuju dengan pendapat atau pernyataan tertentu.
Contoh:
“Nonton film sambil makan memang combo terbaik.”
“Valid!”
Artinya, pendapat tersebut dianggap benar atau sangat masuk akal.
3. Relate
“Relate” digunakan ketika seseorang merasa terhubung atau mengalami hal yang sama dengan suatu cerita atau pernyataan.
Contoh:
“Niatnya cuma scroll 5 menit, tahu-tahu sudah satu jam.”
“Relate banget!”
4. Red Flag
“Red flag” berarti tanda atau perilaku yang dianggap sebagai peringatan dalam hubungan, pertemanan, maupun situasi tertentu.
Contoh:
“Kalau baru kenal sudah suka merendahkan orang lain, itu red flag.”
5. FOMO
FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan sesuatu yang sedang tren atau dilakukan orang lain.
Contohnya, kamu sebenarnya tidak ingin ikut tren tertentu, tetapi akhirnya ikut karena takut merasa ketinggalan.
6. POV
POV adalah singkatan dari Point of View atau sudut pandang. Istilah ini sering digunakan dalam konten media sosial untuk menggambarkan sebuah situasi dari perspektif tertentu.
Contoh:
“POV: Kamu bilang cuma mau beli satu barang, tapi keluar toko bawa tiga kantong.”
7. No Debat
“No debat” biasanya digunakan untuk menegaskan bahwa seseorang sangat yakin dengan pendapatnya dan tidak ingin memperdebatkannya.
Contoh:
“Nasi goreng adalah comfort food terbaik, no debat!”
8. Slay
“Slay” digunakan sebagai bentuk pujian ketika seseorang terlihat keren, percaya diri, stylish, atau berhasil melakukan sesuatu dengan sangat baik.
Contoh:
“Outfit kamu hari ini slay banget!”
9. Ghosting
“Ghosting” adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang tiba-tiba berhenti berkomunikasi tanpa memberikan penjelasan.
Istilah ini banyak digunakan dalam konteks pertemanan maupun hubungan romantis.
10. Aura
Di media sosial, “aura” sering digunakan untuk menggambarkan kesan, karisma, atau energi yang terpancar dari seseorang.
Contoh:
“Dia masuk ruangan langsung kelihatan auranya.”
Bahasa slang memang terus berkembang mengikuti tren dan budaya digital. Istilah yang populer hari ini bisa saja tergantikan dengan istilah baru beberapa bulan kemudian.
Buat brand, memahami bahasa Gen Z juga bisa membantu menciptakan komunikasi yang terasa lebih dekat dengan audiens. Namun, jangan sekadar menggunakan slang karena sedang viral. Pastikan istilah yang digunakan sesuai konteks, karakter brand, dan target audiens.
Karena komunikasi yang relevan bukan cuma soal mengikuti tren, tapi tahu kapan dan bagaimana menggunakannya.