Di momen bulan Ramadhan, sosial media sering jadi “teman setia” di sela sahur, nunggu buka, atau sebelum tidur. Bukan cuma buat scroll tanpa arah, sekarang banyak orang mulai memanfaatkannya sebagai booster ibadah.
Dari pengingat kecil sampai konten reflektif, ada banyak hal positif yang bisa dilakukan. Nah, biar waktu onlinemu nggak lewat gitu aja, berikut beberapa rekomendasi aktivitas digital yang bisa kamu cobain supaya Ramadhanmu terasa lebih bermakna.
Program “Teman Ibadah Digital” bisa menjadi konten pertama yang bisa kamu cobain. Kontennya simpel tapi ngena. Isi kontennya bisa berupa pengingat sahur dan berbuka dengan doa singkat, adab kecil, atau ayat pendek.
Tak hanya itu reminder shalat dan tilawah lewat story atau broadcast, bahkan format “1 Hari 1 Ayat” atau “1 Hari 1 Hadits” dengan narasi ringan bisa variasi konten program “Teman Ibadah Digital”.
Kalau kamu ingin yang lebih interaktif, konten “Challenge Kebaikan” juga cocok banget buat aktivitas digital di bulan Ramadhan. Kontennya bisa berupa #30Hari30Kebaikan, sedekah harian sekecil apa pun, atau challenge menahan lisan dan emosi. Kamu bisa buat dengan format story template, checklist digital, atau carousel harian, audiens nggak cuma nonton konten, tapi mereka juga ikut jalanin prosesnya.
Selain itu, ada satu aktivitas digital yang underrated tapi impactful, yakni Jurnal Ramadhan Digital. Konten ini ngajak audiens berhenti sejenak dan refleksi diri. Pertanyaannya sederhana tapi ngena. Kayak, Apa yang pengen aku perbaiki hari ini?”atau “Nikmat apa yang paling kerasa?”. Konten ini bisa bisa kamu buat lewat Google Form, Notion, atau IG story Q&A. Nggak ribet, tapi bantu banget buat kesehatan mental dan spiritual selama Ramadhan.
Kalau soal edukasi, Ramadhan bukan waktunya konten panjang dan berat. Yang lebih masuk justru Edukasi Berbasis Cerita. Cerita 60 detik tentang sabar, ikhlas, atau taubat. Kisah sahabat Nabi, atau cerita orang biasa yang lagi berjuang di Ramadhan. Ketika nilai Islam dikaitkan sama kehidupan sehari-hari, pesannya akan lebih sampai ke audiens.
Aktivitas digital lain yang kerasa hangat adalah live sharing tematik. Bukan webinar formal yang penuh slide, tapi obrolan santai ala sahur atau nunggu buka. Temanya bisa berupa “ngatur emosi waktu puasa” atau “Ramadhan dan kesehatan mental”.
Ramadhan juga identik dengan kepedulian sosial. Konten gerakan sosial berbasis digital juga selalu relevan. Campaign donasi yang transparan, sharing kebutuhan dhuafa dan yatim, atau kolaborasi dengan komunitas dan volunteer. Update progres yang jujur jauh lebih meaningful daripada narasi yang terlalu dramatis. Di sini, digital jadi jembatan antara empati dan aksi nyata.
Menariknya, aktivitas digital yang bermanfaat itu nggak harus selalu bikin konten baru. Yang kamu butuhin juga menginovasi konten yang sudah ada jadi lebih menarik dan relatable dengan momen Ramadhan.
Semua aktivitas ini juga bakal terasa lebih ngena kalau diposting di jam yang tepat. Sahur cocok buat niat dan refleksi. Menjelang berbuka pas buat konten sabar dan syukur. Setelah tarawih enak buat renungan ringan. Timing yang pas bikin pesan lebih nyantol, tanpa harus teriak.
Intinya, Ramadhan bukan soal siapa yang paling aktif di digital. Tapi siapa yang paling peka dengan momen. Kalau digital dipakai buat nemenin, nguatin, dan ngajak pelan-pelan ke kebaikan, Ramadhan bakal kerasa hangat, walau hanya melalui aktivitas digital. Selamat mencoba!
Senin, 26 Januari 2026 07:03 WIB
10 Pengunjung